JAKARTA - Jantung lansia mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, sehingga rentan terhadap gangguan irama yang dikenal sebagai aritmia.
Kondisi ini sering terjadi tanpa gejala, tetapi bisa berdampak serius jika tidak dikenali dan ditangani. Mengetahui jenis dan tanda aritmia penting agar keluarga bisa membantu pencegahan dan penanganan sejak dini.
Jenis Aritmia yang Sering Dialami Lansia
Salah satu jenis aritmia adalah bradiaritmia, yaitu jantung berdetak lebih lambat atau berhenti sesaat akibat kerusakan nodus SA dan AV. Kondisi ini membuat irama jantung tidak teratur dan memerlukan perhatian medis agar tidak memburuk.
Fibrilasi atrium (FA) juga umum terjadi, ditandai detak jantung tidak teratur akibat gangguan listrik di atrium yang dapat memicu pembekuan darah dan risiko stroke.
Selain itu, ada aritmia ektopik yang muncul sebagai denyutan ekstra di atrium atau ventrikel karena jaringan jantung mengeras. Kondisi ini menimbulkan palpitasi atau rasa tidak nyaman di dada, terutama saat beraktivitas atau beristirahat.
Takikardia ventrikular juga menjadi perhatian serius, ditandai detak jantung sangat cepat akibat aliran listrik terganggu, yang bisa memicu henti jantung jika tidak ditangani segera.
Pemeriksaan dan Penanganan Aritmia
Pemeriksaan rutin dengan EKG penting untuk mendeteksi aritmia pada lansia. Dokter dapat melanjutkan evaluasi dengan Holter Monitoring, event recorder, atau electrophysiology study untuk menentukan tingkat keparahan. Jika ditemukan aritmia parah, tindakan ablasi atau pemasangan pacemaker permanen dapat dilakukan sesuai kondisi pasien dan harapan hidupnya.
Penanganan juga melibatkan obat pengatur irama jantung dan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah. Pemantauan rutin memastikan respons terapi dan menurunkan risiko komplikasi lebih lanjut. Dokter akan menyesuaikan strategi perawatan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan risiko penyakit penyerta pada lansia.
Peran Keluarga dan Gaya Hidup Sehat
Keluarga memiliki peran penting dalam memantau gejala seperti palpitasi, pingsan, atau sesak napas mendadak. Melakukan olahraga ringan dan menjaga pola makan juga mendukung kesehatan jantung. Dengan dukungan keluarga, lansia lebih mudah mendapatkan penanganan tepat waktu dan mengurangi risiko komplikasi serius.
Pencegahan aritmia tidak hanya bergantung pada obat atau prosedur medis, tetapi juga perilaku sehat sehari-hari. Keluarga dapat membantu mencatat perubahan denyut jantung dan pola aktivitas pasien. Dengan keterlibatan aktif, deteksi dini aritmia menjadi lebih efektif dan perawatan dapat berjalan optimal.
Layanan Jantung Terpadu di Rumah Sakit
Mayapada Hospital menyediakan Heart dan Vascular Center dengan pendekatan tiga pilar utama. Pertama, Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang fokus pada evaluasi nyeri dada dan penanganan awal keluhan jantung maupun non-jantung.
Layanan ini termasuk pemeriksaan awal gratis apabila tidak ada indikasi jantung dan rujukan lanjutan bila ditemukan kelainan melalui Cardiac Emergency 24 jam on-site.
Pilar kedua adalah Advanced Treatment yang melayani gangguan vaskular, aritmia, dan kelainan struktur jantung seperti penyakit katup. Pendekatan ini menekankan diagnosis tepat dan penanganan intervensi sesuai kondisi pasien. Pilar terakhir, Team-Based Management, memastikan keputusan klinis dibuat melalui kolaborasi multidisiplin dalam Cardiac Board.
Dukungan Komprehensif dan Monitoring Pasien
Pendekatan multidisiplin memudahkan perencanaan tindakan seperti CAG, PCI termasuk Complex PCI, penanganan katup dan vaskular, gangguan irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut. Teknologi canggih seperti LVAD digunakan bila dibutuhkan untuk mendukung fungsi jantung yang menurun.
Setiap pasien dan keluarga didampingi Cardiac Advisor sejak awal hingga pemulihan, menjamin setiap keputusan medis dipahami, perawatan berjalan lancar, dan pertanyaan dijawab secara tepat.
Informasi layanan jantung lengkap tersedia melalui MyCare dengan fitur Health Articles dan Tips, serta Personal Health yang terintegrasi dengan Google Fit dan Health Access. Fitur ini membantu memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI). Dengan pemantauan digital, pasien dan keluarga dapat lebih proaktif menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi aritmia.